Pengendalian Sedimen Kota Palu untuk Keamanan Bandara dan Mitigasi Banjir
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu, saat ini tengah mengimplementasikan strategi jangka panjang guna mengendalikan sedimen di Kota Palu khususnya kawasan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri dengan membangun infrastruktur pengendali sedimen di Sungai Kawatuna, Ngia, dan Mamara.
Fokus utama pembangunan ini adalah untuk memitigasi risiko bencana hidrologi dan memproteksi objek vital nasional, mengingat lokasinya yang berdekatan dengan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri. Pengendalian laju sedimen dari hulu ke hilir sangat diperlukan untuk mencegah gangguan pada landasan pacu (runway) serta menjaga kapasitas tampung sungai guna meminimalkan risiko luapan banjir.
Langkah ini mencakup pembangunan infrastruktur seperti tanggul sungai, pengendali elevasi dasar sungai (groundsill), serta konsolidasi dam yang dirancang untuk menjaga kemiringan dasar sungai agar tetap stabil.
Kondisi geologi Sulawesi Tengah yang kompleks dan aktif secara tektonik menyebabkan lereng di bagian hulu sering mengalami erosi serta tanah longsor, yang berujung pada kerusakan struktur pengendali sedimen. Situasi ini kerap diperburuk oleh intensitas curah hujan yang tinggi, sehingga memicu peningkatan debit sungai dan volume material sedimen secara masif.
Guna menjamin keberlanjutan fungsi infrastruktur tersebut, BWS Sulawesi III Palu secara intensif melakukan perbaikan pada titik-titik struktur yang mengalami penurunan kinerja. Selain penguatan elemen bangunan, program operasi dan pemeliharaan (OP) rutin juga dijalankan melalui inspeksi berkala dan pengerukan sedimen. Seluruh rangkaian upaya ini bertujuan memastikan perlindungan maksimal bagi infrastruktur strategis bandara serta menjamin keselamatan masyarakat dari ancaman banjir di wilayah hilir.
Foto Kegiatan